Minggu, 21 Juni 2009

artikel TESIS



Artikel: 
Judul: PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DUA DIMENSI, TIGA DIMENSI DAN BAKAT MEKANIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN MOTOR BENSIN DI SMK NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO
Bahan ini cocok untuk Sekolah Menengah bagian PENELITIAN / RESEARCH.
Nama & E-mail (Penulis): Khoirul Anwar / irul_irul_1@yahoo.co.id
Saya Guru di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto 
Topik: PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN dan BAKAT MEKANIK
Tanggal: 4 Mei 2009
ABSTRAK
Hasil belajar adalah hal yang selalu menjadi orientasi dari setiap pelaksanaan proses pembelajaran. Inti dari proses pembelajaran adalah penyampaian informasi melalui pemberian pengalaman oleh guru kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Fakta di lapangan menunjukkan kurang optimalnya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran terkait dengan pemanfaatan media pembelajaran dan pemahaman terhadap bakat atau potensi peserta didik sebagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Dua Dimensi, Tiga Dimesi dan Bakat Mekanik Terhadap Hasil Belajar Sistem Pengapian Sistem Pengapian Motor Bensin Di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto. Ada 3 hal yang dieksperimenkan, yaitu (1) perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan tiga dimensi; (2) perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi; (3) interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik yang memiliki pengaruh terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa hasil pengukuran terhadap variabel yang dioperasikan dengan menggunakan instrumen. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tes tertulis dalam bentuk tes objektif. Data yang dimaksud adalah hasil belajar sistem pengapian motor bensin. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Analisis data dilakukan dengan analisis ANOVA dua jalur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan media pembelajaran tiga dimensi; (2) terdapat perbedaan hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik berbakat mekanik rendah, berbakat mekanik sedang dan berbakat mekanik tinggi; (3) tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik yang berpengaruh terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin. 
  Berdasarkan hal tersebut, guru perlu mengusai penggunaan media pembelajaran sehingga dalam proses pembelajaran, dapat memaksimalkan informasi yang disampaikan kepada peserta didik, SMK hendaknya lebih inovatif dan variatif dalam pembuatan media pembelajaran, perlunya pemenuhan kebutuhan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran oleh pihak terkait
Kata- kata Kunci: media pembelajaran, bakat mekanik, hasil belajar

A. PENDAHULUAN
Pembelajaran merupakan kegiatan yang dinamis, sehingga pihak-pihak yang terkait dan berkepentingan seyogyanya senantiasa responsif terhadap dinamika yang terjadi dalam dunia pendidikan di antaranya melalui berbagai kajian terhadap pembelajaran. Hal tersebut harus diimbangi dengan adanya inovasi pembelajaran khususnya terkait dengan metode dan strategi pembelajaran. Variasi metode pembelajaran dan pemanfaatan media pembelajaran merupakan salah satu faktor dalam strategi pembelajaran yang menentukan efektifitas pembelajaran.
Pemanfaatan media pembelajaran dapat membantu guru dalam mentransfer pengetahuan yang bersifat abstrak menjadi konkrit, sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Pemanfaatan media pembelajaran memungkinkan pembelajaran yang sebelumnya bersifat teacher centered menjadi terpusat kepada peserta didik (Student centered), karena peserta didik akan terlibat secara aktif memanfaatkan media dalam pembelajaran. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. 
  Media pembelajaran terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, media pembelajaran dapat dibentuk dan digunakan disemua bidang kehidupan manusia baik itu bidang formal maupun nonformal. Media pembelajaran merupakan alat yang digunkan untuk membantu mentransfer informasi kepada peserta didik agar tidak terjadi salah penafsiran. Dengan mengunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan mendapatkan keistimewaan dalam proses pembelajaran. Menurut Gerlac (1971:285) ditegaskan bahwa ada tiga keistemewaan yang dimiliki media pembelajaran yaitu : (1) media memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian; (2) media memiliki kemampuan untuk menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam cara disesuaikan dengan keperluan; dan (3) media mempunyai kemampuan utuk menampilkan sesuatu objek atau kejadian yang mengandung makna. 
  Media pembelajaran dua dimesi merupakan media pembelajaran yang menggunakan bidang dua dimensi dimana media ini digunakan untuk menyampaikan informasi dengan cara menggunakan layar yang mempunyai ukuran panjang kali lebar, dimana media ini mempunyai kelebihan dalam penyajianya karena media ini bisa membawa objek pembelajaran hadir di tengah-tengah peserta didik, sehingga peserta didik tidak perlu membayangkan atau membawa benda kerja yang akan dijelaskan oleh instruktur. 
Media pembelajaran tiga dimensi merupakan media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media benda asli, dimana kelemahan media tiga dimensi ini adalah penyajiannya membutuhkan tempat yang khusus tetapi mempunyai kelebihan peserta didik tidak perlu membayangkan sesuatu hal yang abstrak melainkan sudah melihat dan mempelajari hal yang kongkrit. 
 Kemungkinan rendahnya nilai hasil belajar peserta didik disebabkan oleh strategi pembelajaran kurang tepat. Dalam hal ini guru mungkin kurang atau tidak memanfaatkan sumber belajar secara optimal. Di antaranya guru dalam menyampaikan pembelajaran sering mengabaikan penggunaan media, padahal media itu berfungsi untuk meningkatkan motivasi dan daya tarik peserta didik untuk belajar.
 Penelitian De Porter dalam Saroso (2005) menunjukkan bahwa manusia dapat mengingat suatu informasi dari media dapat dikelompokkan sebagai berikut: 10% dari bacaan, 20% dari pendengaran, 30% dari pengelihatan, 50% dari pengelihatan dan pendengaran, 80% dari dikatakan, dan 90% dari dikatakan dan dilaksanakan. Dengan demikian, kehadiran dan penggunaan media yang sesuai dengan tujuan dan isi pembelajaran akan memberikan kontribusi kemudahan terhadap proses komunikasi pesan-pesan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. 
 Selain media pembelajaran, bakat yang dimiliki peserta didik juga berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik tersebut. Sejalan dengan hal tersebut, Fatimah (2006:72) menyatakan bahwa dengan adanya bakat peserta didik dapat mencapai prestasi dalam bidang tertentu. Dalam beberapa penelitian ditegaskan bahwa peserta didik yang mempunyai bakat yang sesuai biasanya perkembangan kepribadian secara psikologis dinilai lebih positif dibanding peserta didik yang tidak sesuai dengan bakatnya. Keadaan semacam inilah yang menyebabkan peserta didik labil psikologisnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prestasi peserat didik dalam pelajaran tertentu, selain dipengaruhi oleh proses pembelajaran menggunakan media yang tepat dan berkualitas, juga dipengaruhi oleh faktor bawaan, yaitu bakat.
Landasan yuridis mengenai bakat peserta didik tertuang secara eksplisit dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 12, ayat (1b), ditegaskan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Hal tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap layanan pendidikan terkait dengan pengembangan bakat peserta didik. Pada tataran praktis hal ini harus ditindak lanjuti dalam proses pembelajaran, yaitu dengan mengindentifikasi bakat yang dimilki peserta didik untuk kemudian dikembangkan. Orientasi pengembangan bakat peserta didik diarahkan pada pencapaian hasil belajar.
Penelitian Dedi Herdiana dalam Purnawan (2005), yang menyatakan bahwa untuk menunjang keberhasilan proses dan hasil belajar maka peserta didik perlu diseleksi terlebih dahulu berdasarkan kriteria psikologis. Sebagaimana minat dan intelegensi, bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik (Suryabrata, 1978 :77). Pendapat tersebut didukung oleh penelitian Khodijah dalam Purnawan (2005), yang menyimpulkan bahwa bakat khusus memiliki kontribusi yang berarti terhadap prestasi belajar peserta didik. 
Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilakukan kegiatan penelitian yang terkait dengan media pembelajaran dan bakat peserta didik. Dari penelitian ini diharapkan dapat memperoleh gambaran dan pedoman bagi guru di SMK, untuk merumuskan strategi pengembangan, pemilihan, dan pemanfaatan beragam jenis media pembelajaran yang sesuai di SMK dan dapat mengarahkan peserta didik sesuai dengan bakatnya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya.
Fakta yang banyak ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa perhatian guru terhadap bakat yang dimilki peserta didik masih kurang. Pada umumnya guru dalam melaksanakan pembelajaran hanya berfokus pada penyampaian materi tanpa memperhatikan aspek yang berasal dari peserta didik, yaitu bakat yang dimilikinya. Pada akhirnya hal tersebut berdampak pula pada perlakuan seoranga guru dalam startegi pembelajaran yang diterapkan, termasuk penggunaan dan pemilihan media dalam proses pembelajaran. 

B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi tentang pengaruh pembelajaran menggunkan media dua dimensi dan media tiga dimensi dan bakat mekanik peserta didik pada mata pelajaran sistem pengapian motor bensin terhadap prestasi belajar peserta didik kelas X program teknik mekanik otomotif SMK Negei 1 kota Mojokerto. Berdasarkan Permasalahan yang dikemukakan di atas, tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut:
1. Untuk menguji perbedaan hasil belajar sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang diajar menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan kelompok peserta didik yang diajar menggunakan media pembelajaran tiga dimensi. 
2. Untuk menguji perbedaan hasil belajar sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi.
3. Untuk menguji pengaruh interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.



C. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan keefektifan suatu media ajar yakni media pembelajararan dua dimensi dan media pembelajaran tiga dimensi terhadap kemampuan penguasaan sistem pengapian motor bensin. 
Dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai variabel bebas pertama adalah penggunaan media pembelajaran, dimana satu kelompok peserta didik diajar menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan satu kelompok lainnya diberikan media pembelajaran tiga dimensi. Sebagai variable bebas, media ajar dimanipulasi dan diukur pengaruhnya terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.
Variabel bebas kedua dalam penelitian ini adalah bakat mekanik diukur dan diklasifikasi, untuk mengetahui tingkatan bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi. 
Variabel lain yang dipredeksi dapat memberi pengaruh terhadap hasil belajar seperti: waktu, tempat, guru, dan keadaan kelas dikontrol untuk menghapuskan atau menetralisasikan pengaruh terhadap variabel terikat yakni hasil belajar sistem pengapian motor bensin. 
Dalam penelitian ini subjek dibagi menjadi dua, yakni kelompok kelas A diajar dengan media pembelajaran dua dimensi dan kelompok kelas B diajar dengan menggunakan media pembelajaran tiga dimensi. Desain penelitian ini menggunakan faktorial 2 x 3 (Ary, 1982). 
Subjek peneliti ini adalah seluruh siswa kelas satu tahun ajaran 2007/2008 Progaram Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 1 Kota Mojokerto, jumlah siswa tersebut sebanyak 72 siswa yang terbagi 2 kelas pararel dengan masing-masing beranggotakan 36 siswa.
Instrumen Penelitian
 Dalam penelitian experimen ini menggunakan dua macam instrumen, antara lain:
• Instrumen Bakat Mekanik
 Untuk mengetahui bakat mekanik yang dimilki peserta didik, peneliti bekerja sama tim ahli psikologi yang berkompeten untuk melakukan tes bakat mekanik otomotif, yaitu Lembaga Psikologi Dokter Soetomo Surabaya. Kerja sama peneliti dengan tim ahli Psikologi bertujuan untu memperoleh hasil pengukuran tes bakat mekanik yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitas dan validitasnya. 
• Instrumen Hasil Belajar
 Beberapa saran perbaikan yang diberikan oleh dosen pembimbing dan ahli mata diklat, dipakai pada penyempurnaan instrumen hasil belajar sebelum diuji cobakan guna mengkaji validitas dan tingkat reliabilitasnya. Uji coba instrumen tersebut dilakukan pada 72 peserta didik di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto pada program teknik mekanik otomotif. 

• Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan memberikan tes tertulis dengan bentuk soal objektif kepada peserta didik yang terbagi atas dua kelompok, yaitu kelompok yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan kelompok yang menggunakan media pembelajaran tiga dimensi. Tes objektif bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik tersebut memahami materi yang diberikan oleh instruktur.
• Analisis Data
 Dalam penelitian eksperimen yang mempunyai tiga hipotesis ini, peneliti mencari jawaban hipotesis antara lain (1) pengaruh variabel bebas kesatu terhadap variabel tergantung, (2) pengaruh variabel bebas kedua terhadap variabel tergantung, (3) interaksi antara variabel bebas kesatu dan variabel bebas kedua terhadap variabel tergantung, dengan demikian pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis ANOVA (Analysis of Variance) duajalur dengan 2x3 faktorial (Ary,1985), dan mengunakan uji Scheffe untuk mengetahui uji beda dalam kelompok.
D. HASIL PENELITIAN
• Deskripsi Data
 . Subjek penelitian ini berjumlah 72 peserta didik yang dibagi menjadi dua yaitu kelas I Otomotif 1 (Kelas A) berjumlah 36 peserta didik yang terdiri dari 5 peserta didik berbakat mekanik rendah, 25 peserta didik berbakat sedang, dan 6 peserta didik berbakat tinggi, sedangkan kelas I Otomotif 2 (Kelas B) berjumlah 36 peserta didik yang terdiri dari 6 peserta didik berbakat mekanik rendah, 25 peserta didik berbakat sedang, dan 5 peserta didik berbakat tinggi
 Untuk menentukan peserta didik yang berbakat mekanik rendah, berbakat mekanik sedang, dan berbakat mekanik tinggi berdasar pada skor penilaian bakat mekanik yang terdiri dari dua skor yakni skor mentah dan skor persentil poin dimana apabila skor mentah lebih besar dari 14 dan skor persentilnya lebih besar dari 75 tergolong berbakat tinggi, skor mentah diantara 9-13 dan skor persentilnya 50-70 tergolong berbakat sedang, dan skor mentah diantara 4-8 dan skor persentilnya 25-45 tergolong berbakat rendah. 
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan untuk pengujian sebaran data setiap kelompok, dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji Kolmogorof-Smirnof dengan bantuan perhitungan SPSS 15 for Window. 
Jika probalitas > 0,05 berarti data berdistribusi normal
Jika probalitas <> 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa skor hasil belajar sistem pengapian motor bensin dengan menggunakan media pembelajaran dua dimensi berdistribusi normal.
Ketentuan:
Jika probalitas > 0,05 berarti data berdistribusi normal.
Jika probalitas <> 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa skor hasil belajar sistem pengapian motor bensin dengan menggunakan media pembelajaran tiga dimensi berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas adalah untuk mengetahui sampel yang diambil homogen atau tidak. Dalam peneltian ini homogenitas sampel diuji dengan menggunakan Test of homogeneity of Variances dengan uji Levenes statistic, dengan ketentuan jika probabilitas yang dihasilkan > 0,05, maka sampel penelitian tersebut adalah homogen. 
 Berikut ini hasil uji homogenitas dari hasil belajar siswa yang berbakat mekanik rendah, berbakat mekanik sedang, dan berbakat mekanik tinggi dengan menggunakan media pembelajaran dua dimensi. Pada output tes of homogeneity of variance angka signifikansi yang ada adalah untuk probabilitas Based on Mean = 0,320, untuk Based on Median = 0,541, probabilitas Based on Median with adjusted df = 0,542 dan untuk Based on Trimmed Mean = 0328. Oleh karena probabilitas > 0,05, maka data hasil belajar sistem pengapian pada motor bensin yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi adalah data yang homogen. 
 Berikut ini hasil uji homogenitas dari hasil belajar siswa yang berbakat mekanik rendah, berbakat mekanik sedang, dan berbakat mekanik tinggi dengan menggunakan media pembelajaran tiga dimensi, pada output tes of homogeneity of variance angkah signifikansi yang ada adalah untuk probabilitas Based on Mean = 0,179, untuk Based on Median = 0,274, probabilitas Based on Median with adjusted df = 0,278 dan untuk Based on Trimmed Mean = 0,166. Oleh karena probabilitas > 0,05, maka data hasil belajar sistem pengapian pada motor bensin yang menggunakan media pembelajaran tiga dimensi adalah data yang homogen

Tabel 1. Ringkasan Analisis Varian ( Anova )  
Dependent Variable: Hasil belajar siswa yang dihasilkan 
Source Type III Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model 70,288(a) 5 14,058 36,285 ,000
Intercept 2207,387 1 2207,387 5697,694 ,000
bakat 63,684 2 31,842 82,190 ,000
media 4,975 1 4,975 12,840 ,001
bakat * media 2,200 2 1,100 2,839 ,066
Error 25,570 66 ,387  
Total 3843,184 72  
Corrected Total 95,857 71  
a R Squared = ,733 (Adjusted R Squared = ,713)
keterangan:
bakat = bakat mekanik
media = media pembelajaran
bakat*media = interaksi antara bakat mekanik dengan media pembelajaran
Uji Hipotesis Pertama
a. Perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan kelompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran tiga dimensi

 Berdasarkan Tabel 1dapat dilihat hasil analisis tentang hasil belajar kompetensi sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi dengan kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran tiga dimensi. Diperoleh F hitung sebesar 12,840 dengan probabilitas 0,001. Karena nilai probabilitas jauh di bawah taraf signifikansi 0,05, maka dapat di simpulkan bahwa H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan tiga dimensi di SMK Negeri 1 kota Mojokerto. 

Uji Hipotesis Kedua
b. Perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi.

Dari tabel 1di atas dapat dilihat hasil analisis tentang hasil belajar kompetensi sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik rendah dengan kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik tinggi. Diperoleh F hitung sebesar 82,190 dengan probabilitas 0,000. Karena nilai probabilitas jauh di bawah taraf signifikansi 0,05, maka dapat di simpulkan bahwa H0 ditolak. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin, antara kelompok peserta didik yang mempunyai bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi di SMK Negeri 1 kota Mojokerto

Uji Hipotesis Ketiga
c. Interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.

 Dari tabel 1yang menunjukkan ringkasan hasil analisis anava dua faktorial dapat diperoleh, F hitung diperoleh 2,839 dengan probabilitas 0,066. Karena nilai probabilitas di atas taraf signifikansi 0,05 maka dapat di simpulkan bahwa H0 gagal ditolak artinya, Tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik yang memiliki pengaruh terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin di SMK Negeri 1 Kota Mojokerto.

1. Hasil Pengujian dengan Analisis Scheffe
 Untuk mengetahui uji beda dalam kelompok dipergunkan uji lanjut yang berupa uji Scheffe test. 
 Berdasarkan uji Scheffe test dapat dilihat perbedaan antara penggunaan media pembelajaran dua dimensi dan penggunaan media pembelajaran tiga dimensi serta bakat mekanik rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin. Untuk menentukan keputusan H0 di tolak atau H0 diterima dapat menggunakan uji probabilitas dengan taraf probabilitasnya (sig) jika p<0,05,>0,05, maka H0 diterima, diperoleh:
a. Ada perbedaan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi antara siswa yang berbakat mekanik rendah dengan siswa yang berbakat mekanik sedang, dari tabel di atas di dapat nilai probabilitas 0,000 kurang dari nilai taraf probabilitas sebesar 0,05 sehingga H0 ditolak.
b. Ada perbedaan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi antara siswa yang berbakat mekanik rendah dengan siswa yang berbakat mekanik tinggi, dari table di atas di dapat nilai probabilitas 0,000 kurang dari nilai taraf probabilitas sebesar 0,05 sehingga H0 di tolak.
c. Ada perbedaan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran dua dimensi antara siswa yang berbakat mekanik sedang dengan siswa yang berbakat mekanik tinggi, dari table di atas di dapat nilai probabilitas 0,000 kurang dari nilai taraf probabilitas sebesar 0,05 sehingga H0 di tolak.
d. Ada perbedaan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran tiga dimensi antara siswa yang berbakat mekanik rendah dengan siswa yang berbakat mekanik sedang, dari table di atas di dapat nilai probabilitas 0,000 kurang dari nilai taraf probabilitas sebesar 0,05 sehingga H0 di tolak.
e. Ada perbedaan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran tiga dimensi antara siswa yang berbakat mekanik rendah dengan siswa yang berbakat mekanik tinggi, dari table di atas di dapat nilai probabilitas 0,000 kurang dari nilai taraf probabilitas sebesar 0,05 sehingga H0 di tolak.
f. Ada perbedaan hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran tiga dimensi antara siswa yang berbakat mekanik sedang dengan siswa yang berbakat mekanik tinggi, dari tabel di atas di dapat nilai probabilitas 0,000 kurang dari nilai taraf probabilitas sebesar 0,05 sehingga H0 di tolak.

E. PEMBAHASAN
a. Perbedaan yang Signifikan Hasil Belajar Sistem Pengapian Motor Bensin, antara Kelompok Peserta Didik yang Menggunakan Media Pembelajaran Dua Dimensi dan Media Pembelajaran Tiga Dimensi 

Menurut diagram Edgar Dale Tingkat keabstrakan pada media pembelajaran dua dimensi lebih besar dari pada media tiga dimensi sehingga pada media dua dimensi menimbulkan multitafsir yang komplek dari pada media tiga dimensi. Penggunaan media tiga dimensi melalui benda-benda nyata atau makhluk hidup dalam pengajaran bermanfaat dalam menampilkan benda-benda nyata tentang ukuran, suara, gerak-gerik, permukaan, bobot badan, bau serta manfaatnya. Penggunaan benda nyata sebagai media dalam pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik, yaitu melalui benda-benda riil. Dalam penggunaan media pembelajaran dua dimensi, memunculkan dua kemungkinan, yaitu berhasil dan tidaknya penafsiran terhadap informasi yang disampaikan. Pembelajaran adalah suatu proses yang mempersyaratkan adanya komunikasi yang melibatkan guru atau instruktur dengan peserta didik dimana kedua komponen ini bisa saling komuniksai melalui media, di mana media yang digunakan harus tepat dan konkrit sehingga tidak sampai terjadi kegagalan komunikasi yang mengakibatkan multitafsir. Dalam proses pembelajaran tidak mungkin di dalamnya tidak terjadi komunikasi diantara peserta didik dengan guru, baik secara langsung atau tidak. Ini merupakan proses pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi peserta didik, di sini merupakan pembentukan tafsiran oleh peserta didik (Sanjaya, 2006:162), dengan demikian proses pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran baik itu dua dimensi ataupun media pembelajaran tiga dimensi, memberikan tafsiran yang berbeda-beda. Dengan adanya media, peserta didik juga dapat meningkatkan belajarnya karena ada rasa ketertarikan dengan informasi yang di sapaikan disisi lain dengan adanya media penafsiran peserta didik semakin menyempit sehingga akhirnya lebih jelas dan bermakna. Hal ini sejalan dengan pemikiran Gagne dalam Sanjaya (2006:6) yang menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang untuk belajar.  
b. Perbedaan Hasil Belajar Sistem Pengapian Motor Bensin, Antara Kelompok Peserta Didik Berbakat Mekanik Rendah, Berbakat Mekanik Sedang dan Berbakat Mekanik Tinggi 

Berpijak pada temuan di atas bahwa hasil belajar peserta didik yang mempunyai bakat mekanik yang rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi berbeda hasil belajarnya. Menurut para ahli psikologi dalam Suryabrata (1971:127) para ahli psikologi menyatakan bahwa itelegensi merupakan salah satu faktor penting yang ikut menentukan berhasil atau gagalnya belajar seseorang. Sehingga peserta didik yang mempunyai kemampuan bakat mekanik yang rendah, bakat mekanik sedang dan bakat mekanik tinggi mempunyai kebutuhan yang berbeda dalam penggunaan media pembelajaran maupun dalam penyajiannya. Sehingga hasil belajar yang dicapainya juga berbeda.
Salah satu faktor internal yang dapat menentukan hasil belajar peserta didik adalah bakat mekanik yang timbul dari dalam diri peserta didik itu sendiri. Bakat merupakan potensi dan modal awal yang sudah ada dan melekat pada peserta didik yang merupakan bawaan dari lahir.
Peserta didik berbakat mempunyai pontensi yang lebih besar dari pada peserta didik yang biasa-biasa saja maka dalam porses pembelajaran harus memenuhi kebutuhan psikologis peserta didik tersebut, karena peserta didik yang berbakat disamping mempunyai sifat yang positif juga punya sifat negatif jika hal tersebut tidak cepat diketahui oleh guru atau instruktur akan berdampak buruk. 
Dalam proses pembelajaran peserta didik yang berbakat harus diperhatikan aspek-aspek : (1) aspek kemampuan umum di atas rata-rata, (2) aspek kreatifitasnya di atas rata-rata, (3) aspek peningkatan diri terhadap tugas yang cukup tinggi. Jika hal tersebut dapat dipenuhi maka peserta didik yang berbakat tesebut akan dapat terpenuhi kebutuhannya sehingga peserta didik yang berbakat tersebut lebih cepat kemampuannya untuk berkembang dan tumbuh lebih pesat. 
French dalam Fatimah (2006:77) menyatakan bahwa prestasi anak berbakat dapat ditinjau dari segi fisik, psikologis, akademik dan sosial. Prestasi fisik yang dapat dicapai oleh peserta didik yang berbakat adalah memiliki daya tubuh yang prima serta memiliki koordinasi yang gerak fisik yang harmonis.
c. Tidak Ada Interaksi Antara Penggunaan Media Pembelajaran dan Bakat Mekanik yang Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Sistem Pengapian Motor Bensin 

Tidak terjadi interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik yang memiliki pengaruh terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin dapat digambarkan sebagai berikut:
 
Gambar 1 Diagram Interaksi antara Media Pembelajaran dengan Bakat Mekanik 

Mengacu pada Gambar 1 dapat didiskripsikan bahwa media pembelajaran dan bakat mekanik mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran sebagai variabel bebas pertama tidak berinteraksi dengan bakat mekanik sebagai variabel bebas kedua pada penelitian ini. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penelitian, bahwa penggunaan media pembelajaran dua dimensi dan media pembelajaran tiga dimensi memang berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar. Demikian pula dengan peserta didik dengan derajat bakat mekanik yang dimilikinya, baik rendah, sedang maupun tinggi. Namun penggunaan media pembelajaran tidak berpengaruh terhadap bakat mekanik yang dimiliki peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil Uji Anova pada Tabel 1pada bab IV yang menghasilkan nilai F hitung diperoleh 2,839 dengan probabilitas 0,066. Karena nilai probabilitas di atas taraf signifikansi 0,05 maka dapat di simpulkan bahwa H0 gagal ditolak artinya, Tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik. 

F. Kesimpulan
 Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 
1. Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran dua dimensi dan kelompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan media pembelajaran tiga dimensi. 
2. Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar sistem pengapian motor bensin antara kelompok peserta didik yang memiliki bakat mekanik rendah, yang memiliki bakat mekanik sedang dan yang memiliki bakat mekanik tinggi.
3. Tidak ada interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan bakat mekanik terhadap hasil belajar sistem pengapian motor bensin.

E. Saran-saran
 Merujuk pada kesimpulan hasil penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: 
1. Bagi Kepala SMK Negeri 1 Kota Mojokerto
Pertama, perlu adanya sistem penerimaan peserta didik baru yang mencantumkan kegiatan tes bakat makanik dengan melibatkan pihak yang berkompeten. Hasil tes bakat selanjutnya ditindaklanjuti sebagai informasi bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat memberikan perlakuan yang tepat kepada peserta didik. Kedua, sekolah perlu menyelenggarakan kegiatan sejenis pelatihan bagi guru terkait dengan pemanfaatan dan pembuatan media pembelajaran bagi guru agar guru lebih kreatif dan inovatif. Ketiga, dalam pengadaan media pembelajaran hendaknya lebih diorientasikan pada pengadaaan media pembelajaran yang lebih konkrit medekati benda sebenarnya yang memberikan pengalaman yang nyata.
2. Bagi Guru SMK Negeri 1 Kota Mojokerto
Perlunya pemahaman guru terhadap kemampuan peserta didik sehingga dapat memberikan perlakuan yang tepat ketika proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, pengetahuan guru mengenai perkembangan media pembelajaran merupakan hal yang sangat penting. Dalam hal ini guru dituntut untuk secara konsisten mengikuti perkembangan yang terkait dengan media pembelajaran dan penggunaannya. Hal ini dapat dilakukan dengan sharing knowledge dengan guru sejawat atau melalui internet. Hal ini akan mendorong guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi belajar mengajar yang efektif melalui penyajian media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan IPTEK dan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan menarik bagi peserta didik.  
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Perlunya penelitian lebih lanjut mengenai motifasi peserta didik selain bakat mekanik, kemampuan guru dalam pemanfaatan media pembelajarn dua dimensi dan media pembelajaran tiga dimensi dalam pembelajaran.







DAFTAR RUJUKAN
Ary, D.,Jacobs, L. C. & Razavieh, A. 1985. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan. Surabaya: Usaha Nasional.
Arsyad, Azhar. 2006. Media pembelajaran. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
Azwar, Saifuddin. 2006. Pengantar Psikologi Inteligensi. Yogyakara: Pustaka Pelajar.
B. P. Triton. 2006. SPSS 13.0 Terapan: Riset Statistik Parametrik. Yogyakarta: Andi Offset.
Brown, E. J. & Phaps, A. T. 1965. Managing Classrom. New York: The Ronal Press Co.
Bring, L. J. 1975. Intructional Design. Engle Wood Cliffs, New Jersey: Educational Technology Publication.
DePorter, Bobbi dan Hernacki. 2007. Quantum Learning. Bandung. PT Mizan Pustaka.
DePorter, Bobbi dan Hernacki. 2001. Quatun Teaching. Bandung. PT Mizan Pustaka.
Dedi, Herdiana Hafid, 1988, Pengembangan Alat Untuk Mendeteksi Prestasi Belajar Siswa (Makalah), Bandung: PBB FIP IKIP Bandung.
Dimyati & Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Ely, G. 1971. Teaching and Media Systematic Approach. New Jersey Prentice Hall, Inc. 
Ena, Ouda Teda. 2008. Pengembangan Bahan Pembelajaran Sederhana
 dan Grafis (Online), (http://fip.uny.ac.id/pjj/wp- ontent/uploads/2008/02/inisiasi_1.pdf), diakses 20 Nopember 2008.
Fatimah, Enung. 2006. Psikologi perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung : CV Pustaka Setia.
Furchan, Arief. 1982. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Gay, L. R. 1981. Educational Research: Competecies For Analysis and Application. Toronto: Merril Publishing Company.
Hamalik, Oemar. 2006. Menejemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya dan Pascasarjana UPI.

Harjati, Purwiro, 2007. Media Pembelajaran.(Online), (http://www.solidpdf.com/buy.htm to remove this restriction). diakses 16 Juli 2008).
Harjati, Purwiro, 2007. Media Pembelajaran, (Online), (http://www.unisla.ac.id/content/view/20/9/) diakses 20 Nopember 2008. 
Harjati, Purwiro, 2007. Media Pembelajaran, (Online) (http://www.blogger.com/feeds/2754832685471863545/posts/defaul), diakses 20 Nopember 2008. 
Ibrahim, 1982. Media Instruksional. Malang : FIP IKIP Malang.
Joy, C.H.2007. CAI: Media Pembelajaran Kontekstual Berbasis Informasi teknologi, (Online), (http://jchkumaat.wordpress.com/2007/02/18/cai-mdia-pembelajaran-kontekstual-berbasis-informasi-teknologi), diakses 16 Juli 2008.
Kiranawati. 2008. Kegiatan Pembelajaran dan Pemilihan Media Pembelajaran, (Online) (http://gurupkn.wordpress.com/2008/01/17/kegiatan-pembelajaran- dan-pemilihan-media-pembelajaran/) akses 20 Nopember 2008.
Kusumah, Wijaya, 2007. Media Pembelajaran, (Online) (http//Blog Omjay Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMP Labschool Jakarta) diakses 22 September 2008. 
Latuheru, John D. 1988. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Makmun A. S., Sa’ud Saifudin. 2006.Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komperhensif. Badung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa.E. 2006. Implementasi Kurikulum 2004 Paduan Pembelajran KBK. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa.E. 2006. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya.
Munandar, Utami S.C. 2002. Kreatifitas dan Keberbakatan. Jakarta: P.T Gramedia Pustaka Utama.
Nasution. 1988. Belajar dan Mengajar: Berbagai Pendekatan dalam Proses. Bandung: Bina Aksara.
Purnawan, 2005. Korelasi Bakat Mekanik dengan Prestasi Belajar Mata Diklat Produktif. Jurnal Ilmu Pendidikan, (online),(http//www.pkk.upi.edu/invotek) diakses 20 Juli 2008.
Purwanto, M. Ngalim. 2004. Prisip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sadiman, S.A., Raharjo R., Haryono A, Raharjito. 2006. Media Pedidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorentasi Standar Pproses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.
Saroso, S.2005. Upaya pengembangan Pendidikan Melalui Pembelajaran Berbasis Multi Media, (Online) : (///http. media.diknas.go.idmediadocument 5650.pdf) diakses 20 Juli 2008.
Sato, Takeshi G.1996. Mengambar Mesin: Menurut Standar ISO. Jakarta: PT. Pertja.
Setyosari Punaji dan Sihkabudin. 2005. Media Pembelajaran. Malang. Elang Mas.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rinika Cipta.
Sudjana. 1996. Metode Statistika. Badung: Tarsito.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sudrajat. 2008. Media-pembelajaran.....Media Pembelajaran, (Online) : (http//akhmadsudrajat.wordpress.com20080112media-pembelajaran.....Media Pembelajaran « Akhmad Sudrajat _ Let’s Talk About Education, di akses 20 Juli 2008).
Sukamto. 1988. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.
Sukardi, D.K.,Kusmawat Desak P.E. Nila. 2005. Analisis Tes Bakat Dalam Pemilihann Karier dan Jurusan. Bogor:Ghalia Indonesia.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sulaiman, Wahid. 2002. Jalan Pintas Menguasai SPSS 10. Yogyakarta: Andy Yogyakarta.
Suryabrata, Sumadi. 1984. Psikologi Pendidikan. Jakarta. CV Rajawali.
Syah, Muhibbin 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Usman, Husaini. 2006. Pengantar Statistika. Jakarta. Bumi Aksara






Senin, 01 Oktober 2007

jelek-jelek gini, Gue anak sekolahan Looooooo


Gowe ini anak Sekolahan Lo। Emang pengen Niru kaya Si Dol . Ku kenalkan ya teman teman ku yang nampang di depan PASCA SARJANA mulai urutan paling kanan badannya yang besar itu namanya Tufik Alis Gusdur kemudian yang pake topi hitam dan jangket hitam itu Aku sendiri nama Ku Khoirul dan sebelahku itu namanya sahirul dan sebelahnya lagi yang pake kaos kaya madura itu namanya bang Eko dan sebelahnya yang pake topi putih namanya bang Pai dan sebelahnya lagi namanya Wahyu dan sebelanya lagi bang Pram dan belakanya banga pram bang Yon dan bang Yudi...............................................................
Alhamdulilillah............................. Ya Alloh Tesis Ku kelar Juga........................................
moga bermanfaat bagi ku dan bago orang lain. ........ Amin

rakernih


ini aku sama teman -teman lagi membahas hal-hal yang penting banaget , hingga membuat aku jadi tegang dan capek deh.


ini Aku dan Om-om ku mau berangkat jalan-jalan. om yang pake kaos putih dan bawa tas itu namanya om Yudi sampingnya yang pake jaket itam Om Ali sampingnya lagi yang pake jaket biru Om jinan yang katrok berikutnya om jahid ahli renang gaya apa aja, berikutnya om Budi ahli musik, berikutnya diriku sendiri pake jaket coklat, berikutnya di sampingku Om Mardianto ahli tenes berikutnya Om Jarwo ahli menahlukkan mak Nyak, berikutnya Om Adi ahli itung-itungan.

Senin, 24 September 2007

keikhlasan


Jika hari ini aku menyatakan:aku cinta padamu,aku tidak akan pernah menyesalwalau cinta ini akan terbang bersama sang waktu

Jika hari ini aku menyatakan:aku merindumuhingga denyut nadiku bergetar tiada henti,aku tidak akan menangiskarena menahan sakit tak terperi.

Jika hari ini aku menyatakan:Kau yang terindah dalam kelam hidupku,aku tidak akan bersedihwalau tiada secercah sinar sedikitpun dari matamu.
Jika hari ini aku menyatakan:Kau adalah bidadariku dalam tiap selaput kalbuku,aku tidak akan hancurwalau aku bukanlah pangeran mimpimu.

Aku akan menginginkanmuSelamanya………………………………!

jagalah Aku ......................karna aku adalah penghidupan mu


ini sahabat baik ku .......................

maz Pai yang telanjang...............

dan maz choi............yang da di belakang sendiri

dan aku yang di samping mazz pai